Meningkatkan Kecepatan Website


Meningkatkan kecepatan website, hal ini menjadi sebuah kelengkapan yang setidaknya dimiliki oleh pemilik ataupun pembuat website. Sebab selain desain, isi konten dan jumlah pengunjung hal ini menjadi salah satu yang dapat mencerminkan kualitas dari website tersebut.

Melihat kecepatan website?
Lantas bagaimana melihat kecepatan website yang kita miliki? Yups saat ini sudah banyak tools yang dapat membantu kita salah satunya google PageSpeed Insights dan getmetrix  dapat melihat petunjuk untuk menggunakannya.

Tips meningkatkan kecepatan website yang harus diperhatikan?
Setelah kita melakukan pengetesan kita akan dapat penilain terhadap kualitas dan kecepatan website kita. Penilain tersebut memberikan rating serta saran yang harus diperbaiki. Tentukan bukan suatu hal yang sulit untuk optimasi kecepatan website karena kita sudah diberikan banyak petunjuk dari penilain tersebut. Adapun yang harus diperhatikan :

  1. Optimize images
    Buat ukuran gambar seminimal mungkin guna mengurangi waktu yang dihabiskan oleh pengguna untuk menunggu pemuatan sumber daya. Memformat dan mengompres gambar dengan benar dapat menghemat banyak byte data. Hal ini menghemat waktu bagi pengguna pada sambungan yang lambat dan menghemat uang bagi pengguna pada paket data yang terbatas.
  2. Enable compression
    Banyak server web dapat mengompres file dalam format gzip sebelum mengirimkannya untuk pengunduhan, baik menggunakan modul pihak ketiga ataupun menggunakan rutin terpasang. Ini dapat mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk mengunduh sumber daya yang dibutuhkan untuk merender situs web Anda.
  3. Leverage browser caching
    Penyimpanan ke cache browser untuk sumber daya statis dapat menghemat waktu pengguna jika mereka mengunjungi situs Anda lebih dari sekali. Sebaiknya header penyimpanan ke cache berlaku untuk semua sumber daya statis yang dapat disimpan di cache, tidak hanya sebagian kecil saja (misalnya gambar). Sumber daya yang dapat disimpan di cache meliputi file JS dan CSS, file gambar, dan file objek biner lainnya (file media, PDF, dsb.). Secara umum, HTML tidaklah statis dan tidak dapat disimpan di cache secara default. Sebaiknya Anda mempertimbangkan kebijakan penyimpanan dalam cache apa yang dapat bekerja dengan baik untuk HTML situs Anda.
  4. Eliminate render-blocking JavaScript and CSS in above-the-fold content
    Browser memblokir file CSS eksternal sebelum melukis konten ke layar. Hal ini menyebabkan latensi jaringan tambahan dan meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan konten ke layar.
  5. Minify JavaScript, Minify CSS, Minify HTML
    Memperkecil sumber daya berarti menghapus byte yang tidak perlu, seperti spasi ekstra, baris baru, dan indentasi. Memadatkan HTML, CSS, dan JavaScript dapat mempercepat pengunduhan, penguraian, dan waktu eksekusi. Selain itu, untuk CSS dan JavaScript, Anda dapat mengurangi ukuran file dengan mengubah nama variabel selama HTML diperbarui dengan benar untuk memastikan pemilih terus bekerja.

Beberapa point di atas adalah penilain dari google PageSpeed Insights seputar apa yang perlu kita perhatikan. Kemudian implementasinya seperti apa? akan saya jelaskan pada artikel selanjutnya “Optimasi Kecepatan Website pada Nginx”. So make your web be faster.

Let’s trying and doing🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s